Muda-Mudi Inspiratif

Buku Untuk Indonesia
x
Rumah Kita

Buku Untuk Indonesia jelas sekali merupakan awal baru bagi perjalanan Kevin Hartono. Lahir di tengah keluarga pembisnis membuat laki-laki yang menyelesaikan studi magisternya di Australia itu, tak ragu untuk ikut terjun ke dalam berbagai kegiatan sosial. "Dari dulu, keluarga saya juga sudah banyak melakukan kegiatan amal maupun kegiatan sosial lainnya. Saya hanya ingin kegiatan seperti ini dijadikan kegiatan reguler agar lebih bermanfaat," ujar Kevin pada konferensi pers tempo hari lalu. Ditemui pada acara peluncuran Buku Untuk Indonesia di gedung Hartono Corporation, Kevin mengaku tidak sabar untuk memulai projek-projek sosialnya bersama partner sekaligus teman dekatnya, Boris Pandjaitan.


Alasan dibalik kerja sama dengan Panti Asuhan Rumah Kita.

Bukan tanpa alasan Kevin menjadikan Pontianak sebagai kota pertama untuk projek sosialnya. Relasi Hartono Corporation yang terdapat di seluruh Indonesia membuat Kevin memutuskan untuk bekerja sama dengan panti asuhan milik Aditya Salim yang berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Panti asuhan "Rumah Kita" yang sudah berdiri sejak tiga tahun lalu itu, kini tengah diisi oleh lebih dari seratus anak-anak berusia 0-18 tahun yang dilantarkan oleh keluarganya. Menurut pengurus panti asuhan sendiri, tak jarang mereka menerima bayi tanpa identitas yang sengaja diletakkan di depan panti asuhan. Tak hanya itu, panti asuhan juga bersedia menerima anak-anak jalanan yang memang sudah tidak memiliki keluarga sama sekali.


Aditya Salim, kerabat Kevin Hartono sekaligus pemilik Panti Asuhan Rumah Kita.

Nama Aditya Salim sendiri sudah begitu populer di kalangan selebriti Indonesia. Aktor kelahiran Pontianak yang sukses membintangi berbagai film laga itu diketahui merupakan salah satu kerabat keluarga Hartono. Lahir dan besar di kota asalnya, membuat Adit begitu peduli dengan isu-isu sosial di Pontianak. Bersama Kevin Hartono dan Boris Pandjaitan, Adit ikut berupaya mengekspansi projek Buku Untuk Indonesia.

"Kami kerabat jauh tapi sempat dekat sebelum sama-sama kuliah di luar negeri. Sekarang kami kembali dekat lagi untuk projek sosial Kevin dan Bang Boris," jawaban Adit ketika ditanyai mengenai kedekatannya dengan Kevin Hartono. Sejak kecil, keduanya memang sudah sering diajak untuk melakukan kegiatan sosial sehingga keduanya turut memiliki jiwa sosial yang tinggi.

"Kakek kami memang punya jiwa sosial yang tinggi. Anak dan cucunya semua diajarkan untuk berbagi. Kalau menurut Kakek, dengan berbagi kita tidak akan pernah kekurangan. Justru segala berkat akan semakin ditambah. Itu mungkin salah satu pelajaran yang akhirnya kami pegang sampai sekarang," ujar Adit ketika dipuji mengenai jiwa sosialnya yang tinggi.


Hartono dan Salim

Ajaran-ajaran keluarga Hartono berhasil membentuk keturunan yang tidak hanya sukses dalam berkarir namun juga memiliki pribadi yang mulia. Kevin dan Adit sadar dengan kelebihan yang mereka miliki dan sadar pula dengan kewajiban mereka untuk tetap berbagi. Keduanya yakin, jika projek sosial yang kali ini sedang mereka garap akan sedikit membantu dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Meskipun sama-sama keturuan Tionghoa, Kevin dan Adit menganggap diri mereka adalah bagian dari Indonesia.

Kevin berharap agar projek yang dirinya dan Boris garap kali ini akan segera berkembang dan bisa mencakup seluruh Indonesia. Hal tersebut agar tujuan projek mereka terlaksana dalam membantu menurunkan angka buta huruf di seluruh Indonesia.

Cita-cita Kevin dalam mengkampanyekan gerakan literasi untuk anak-anak selaras dengan impian Adit dalam memberikan tempat tinggal yang layak bagi anak-anak terlantar di Pontianak. Kedepannya, mereka juga berharap agar pemerintah turut ikut bekerja sama dan berkolaborasi dalam projek-projek yang mendukung kesejahteraan dan pendidikan untuk anak-anak.

Jadi, apakah Kevin Hartono dan Aditya Salim pantas untuk dijadikan inspirasi?


Penulis : Andi Hasfi Atemajaya
Editor : Skolastika Cahyani